Kebijakan UKT dan Solusi BEM FKIP UNS

UNS telah menerapkan sistem UKT dalam pembayaran kuliah yang sebelumnya masih menggunakan sistem pembayaran sesuai tes masuk universitas. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dan tidak memberatkan mahasiswa dalam pembayaran kuliahnya. Sebelumnya hal ini telah dibahas bersama oleh pihak universitas dan BEM UNS sebagai perwakilan mahasiswa tentang sistem pembayaran UKT ini. Sehingga diputuskan bahwa sistem pembayaran UKT dapat diimplementasikan.

Dalam pembayaran dengan sistem ini, mahasiswa baru dapat memilih golongan pembayaran sesuai keadaan ekonomi mereka. Pembayaran ini sebenarnya telah diterapkan di beberapa universitas lain, dan ini termasuk sistem pembayaran baru di UNS. Sebagai sistem pembayaran yang tergolong baru, masalah-masalah banyak bermunculan. Dalam hal ini, pembayaran UKT bisa dikatakan belum sepenuhnya berjalan lancar dan sukses. Ada beberapa mahasiswa yang tetap mengalami kesulitan dalam pembayarannya. Sebagai contoh, seorang mahasiswa memilih suatu golongan UKT sesuai gaji orang tua, namun jumlah saudara mahasiswa tersebut tergolong banyak dan gaji tersebut bisa dibilang pas-pasan dalam mencukupi kebutuhan keluarganya. Kasus seperti ini merupakan masalah yang sering dihadapi oleh pihak universitas. Apalagi sekarang ini, UKT setiap fakultas meningkat dua kali lipat, terlebih FKIP yang notabene mempunyai mahasiswa paling banyak dan UKT meningkat drastis dari tahun sebelumnya, namun fasilitas masih belum meningkat. Sehingga, tidak hanya pihak universitas atau fakultas yang berusaha mengatasi masalah ini, namun juga BEM ikut berperan serta dalam membantu mengatasi masalah ini.

Dalam mengatasi hal ini, BEM FKIP UNS bekerja sama dengan HMP seluruh FKIP UNS mengadakan sekolah advokasi. Program ini sangat bagus untuk diimplementasikan karena dapat membantu setiap mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam membayar UKT. Jadi, program ini nanti akan disosialisasikan oleh BEM kepada HMP dan tugas HMP nantinya menginformasikan ke mahasiswa-mahasiswa prodinya. Program beasiswa dari BEM ini ditujukan kepada mereka yang secara ekonomi kurang mampu, yatim piatu, atau anak panti asuhan. Bagi mereka yang ingin mendaftarkan diri mereka ke program ini harus melalui HMP lalu HMP mengumpulkan data diri dan informasi-informasi penting lainnya. Setelah itu, berkas-berkas diserahkan ke BEM untuk divalidasi, dan jika persyaratan telah terpenuhi, baru BEM menyerahkan ke fakultas untuk dikonfirmasi. Sehingga BEM di sini berperan sangat penting dalam membantu mahasiswa yang membutuhkan bantuan untuk pembayaran. Hal ini juga didasarkan ketidaktepatan bahwa mereka yang ingin melanjutkan kuliah karena terhalang biaya terpakasa harus putus kuliah. Jadi, program ini harus diterima ke semua mahasiswa, terutama mahasiswa baru agar program ini tepat sasaran dan bisa diimplementasikan. Diharapkan, tidak ada mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pembayaran dan putus kuliah karena terhalang biaya.

                                                                                                            Hanafi Syahrozi

                                                                                                            Pendidikan Bahasa Inggris

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *