Kasus Covid-19 Menurun, Sejumlah Sekolah di Solo Siap Tatap Muka

Setelah turun ke level 3, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan segera memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah sekolah pada September ini. Tanpa menunggu dilakukannya vaksinasi pelajar tercapai secara penuh. “Berdasarkan instruksi dari Menteri Dalam Negeri, Solo sudah turun ke level 3. September ini sudah bisa dimulai kembali sekolah tatap muka. Untuk masalah vaksin usia 12-16 tahun (pelajar) bisa dilakukan secara pararel. Jadi tidak perlu menunggu semua divaksinasi dulu,” ujar Gibran Rakabuming Raka selaku Wali Kota Surakarta pada Selasa, (31/8).

Pemkot merasa tidak perlu diadakan simulasi atau percobaan sebelum PTM dimulai di sekolah. Meski demikian, pihaknya masih menjadikan izin dari orang tua sebagai ketentuan utama dimulainya PTM di Kota Solo. Selain sekolah-sekolah, PTM juga akan segera dilaksanakan di beberapa universitas, termasuk Universitas Sebelas Maret (UNS) yang telah menyatakan kesiapannya untuk menggelar PTM pekan depan.

“Saya sudah kontak Prof Jamal Wiwoho selaku rektor UNS, minggu depan UNS juga sudah bisa masuk tatap muka. Jadi kalau sekolah, yayasan, atau perguruan tinggi siap, ya silakan tatap muka. Capaian vaksinasi di Solo kan juga sudah tinggi, yaitu 85 persen,” papar Gibran.

Dalam menyikapi hal tersebut , Dinas Pendidikan Kota Surakarta terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar. Sebanyak 2.700 dosis vaksin tambahan akan disalurkan setiap hari. Bekerja sama dengan 10 fasilitas kesehatan, vaksin akan didistribusikan selama empat hari, yaitu dari hari Senin-Kamis, 5-9 September 2021.

Penambahan dosis vaksin akan dibagikan kepada Kementerian Agama untuk para siswa madrasah serta Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Wilayah VII untuk siswa SMA, SMK, dan SLB. Lalu ada siswa SMP yang akan ditangani oleh Dinas Pendidikan Kota Surakarta. Masing-masing akan mendapat jatah 900 dosis vaksin setiap harinya.

Percepatan dan penambahan dosis vaksin dilakukan, mengingat jumlah pelajar yang divaksin masih jauh dari target yang diharapkan. Dari 73.000 pelajar, baru sekitar 14.600 yang sudah mendapatkan vaksin. Vaksinasi pelajar akan terus dilakukan untuk persiapan PTM terbatas.

Ada sekitar 50 sekolah yang dapat mengajukan izin pelaksanaan PTM terbatas pada awal September. Sekolah tersebut merupakan sekolah yang dulu pernah melakukan simulasi PTM sebelum pemberlakuan PPKM level-4. PTM dapat berjalan dengan lancar jika orang tua/wali siswa mengizinkan para siswa untuk kembali belajar di sekolah secara tatap muka.

_Sagita

Sumber gambar: google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *