Kajian Riset Javanologi Belum Nyata

Lpmmotivasi.com – Pengembangan kebudayaan Jawa yang dikelola Javanologi dinilai tetap berjalan meskipun gedung Javanologi belum selesai dibangun. Menurut Dr. Sutanto selaku Wakil Rektor Bidang Rencana dan Pengembangan, Javanologi dapat berjalan sebagai ruang untuk melakukan kajian dan riset kebudayaan. “Kalau nggak ada bangunan fisiknya, bisa ndak kita kasih nama pusat Javanologi? Boleh. Yang penting kajian-kajian dan risetnya semua ada.” Ungkapnya. Ia pun menambahkan karena  mengusulkan ke negara,  dan negara mendanai sehingga membangun Institut Javanologi “Cuma karena kita mengusulkan ke negara,  dan negara mendanai ya ayo, tapi karena (dana_red) sebesar itu baru dapat pendopo plus pondasi itu”. Imbuhnya. (25/5).

Pembangunan yang belum usai menjadikan buku-buku ataupun naskah kuno disimpan dalam tempat yang lembab di perpustakaan, menurut Sutanto karena buku-bukunya tua, dan tidak boleh sembarangan.

Sutanto menambahkan bahwa Javanologi memiliki tugas untuk menggali kembali nilai-nilai Jawa yang kemudian diaplikasikan pada konteks kekinian. “Diangkat dari potensi luhurnya sendiri, bukan sekedar mencopy-paste dari luar, kemudian dipakai untuk bergaul dengan orang-orang seluruh dunia, dalam rangka apa? Mutual understanding. Melaui apa? Cross culture. Jadi tagline-nya ‘local culture for cross culture, itulah visi uns. ” jelasnya.

Sementara Mahasiswa masih belum merasakan fungsi Javanologi sebagai pusat kajian kebudayaan. Bahkan Ketua Umum Unit Pengembangan Kesenian Daerah (UPKD) FKIP, Azis Gentur Perwita sangat menyayangkan kondisi Javanologi. “jika pembangunan tak kunjung selesai, pengunjung atau mahasiswa tidak akan tertarik ke Javanologi” Ujar Azis, (19/5).

Muhammad Firdaus

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *