Jatuh Hati Bukan Jatuh Cinta

‘Mengagumi adalah suatu hal yang cukup bagiku,’ kalimat tersebut tersirat dalam pikiran Kala saat Luki melintas dihadapannya. Wanita cantik berambut pendek, bermata sipit, dan pipi chubby itu sangat menyukai sosok Luki yang merupakan Ketua OSIS di SMA Bakti Nusa.

Luki adalah seorang pria tampan, berwawasan luas, serta berpandangan pada kehidupan modern. Pembawaan Luki saat menyuarakan aspirasinya membuat Kala merasa kagum dan menginginkan Luki selalu berada disisinya.

Kala dan Luki adalah teman sedari kecil, mereka tinggal di satu komplek perumahan dan ibu keduanya saling akrab satu sama lain. Mereka amat dekat hingga bahkan Kala tau hal-hal kecil tentang Luki.

“Luki, kita kapan ngerjain tugas kelompok dari Pak Sutoyo? itu deadline lusa lho,” ucap Kala dengan nada bersemangat.

“Sorry kal aku masih ada acara OSIS, kayaknya aku gak bisa kerja kelompok,” ujar Luki dengan raut datar.

Kala hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan lalu berjalan dengan wajah lesu menjauhi Luki untuk pulang. Sesampainya di rumah, Kala langsung beranjak mandi dan beberapa menit kemudian ada pesan masuk.

“Aku kerumahmu nanti sore,” sangat singkat namun itulah yang Kala tunggu. Ia langsung bergegas pergi ke dapur untuk memberitahu ibunya bahwa Luki akan datang.

Beberapa menit kemudian pintu rumah Kala diketuk tiga kali dan dengan semangat Kala membukakan pintu, alangkah terkejutnya Kala ketika melihat Luki tengah berdiri dihadapannya bersama dengan Luna, sekretaris OSIS yang dikabarkan dekat dengannya.

“Hai Luki, Luna silahkan masuk,” ajak Kala dengan ramah disertai senyuman namun ia tidak bisa berbohong atas kekecewaannya.

Tatkala Luki mengenalkan Luna kepada ibu Kala, sekilas ibunya melirik kearah Kala yang berubah menjadi murung, ia tahu bahwa anaknya sedang merasa tidak senang dengan keadaan saat itu.

Kerja kelompok malam itu didominasi oleh percakapan antara Luki dan Luna yang terlihat akrab, sedangkan Kala hanya diam hingga Luna pamit meninggalkan Luki dan Kala dengan rasa canggung setelah tugas mereka selesai.

“Luki, mending kamu pulang sekarang deh ini udah sore juga dan sebentar lagi kayaknya mau hujan” ucap Kala sambal menahan suara gemetarnya. Kala sudah sangat kecewa dan ingin segera masuk ke kamar dan menumpahkan air mata yang sedari tadi ia tahan.

“Ok aku pulang dulu, istirahatlah kal salam untuk ibumu” pamit Luki dan bergegas meninggalkan rumah Kala.

Sang ibu melihat Kala berlari menuju kamarnya dan tau bahwa anaknya menangis. Kala menumpahkan air matanya, didekapnya bantal untuk meredam rasa kecewa hingga ia tertidur.

Keesokan harinya Kala memutuskan untuk jalan santai mengelilingi komplek. Saat itu, ia tak sengaja melihat Luki sedang berbincang dengan Luna di halaman rumah Luki.

“Luki, ga kerasa yah kita udah hampir 1 bulan pacaran,” ujar Luna pada Luki disertai senyuman manisnya.

Mendengar kalimat tersebut membuat hati Kala hancur, ia tidak dapat membendung air matanya, ia terisak dalam diam sembari melihat kemesraan Luki bersama Luna.

Hingga Luna pergi dari rumah Luki, Kala menghampiri Luki dengan nafas yang menderu dan air mata yang berlinang membawa rasa kecewanya. Luki terkejut dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Kala dengan menahan isaknya berbicara tepat di telinganya.

“Asal kamu tau, aku mengagumimu dalam diam dan menahan perasaanku agar aku tetap bisa berada disisimu. Tapi terima kasih Luki, kamu sudah menyadarkanku bahwa aku memang hanya bisa mengagumimu bukan memilikimu,” ucap Kala dengan perasaan yang amat kecewa dan berlalu meninggalkan Luki yang mematung tidak percaya dengan perkataannya.

“Maafkan aku yang telah membuatmu jatuh hati kepadaku kal” perkataan yang tidak bisa diucapkan Luki dihadapan Kala karena merasa bersalah telah membuat Kala kecewa.

Sejak kejadian itu sikap Kala kepada Luki berubah sepenuhnya. Kala menjadi cuek, dingin, dan masa bodoh dengan apapun yang Luki lakukan. Dia sudah tidak peduli dengan segala hal yang berhubungan dengan Luki dan menghindarinya.

Sampai detik ini pun Luki masih belum percaya bahwa teman yang sudah bersamanya sejak kecil menaruh hati padanya.

Yovina_

Sumber Foto : Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.