Insan Terlena

Gelap mata menggarap dunia
Melimpah ruah batu mulia
Memutus rasa mengusir nurani
Sukar berbagi walaupun hanya seujung jari

Perangai angkuh tercipta seiring waktu
Mempertontonkan harkat terjulang tinggi
Bertekuk lutut tak pernah ada dalam fikirnya
Maju terdepan mengalahkan pecundang

Kepala menegak sungkan tertoleh
Mencela jiwa tanpa mengira
Tiada celah untuk sekadar menyentuh
Kuasa melingkupi pemeran utama semasa-masa

Tak ingatkah akan penguasa sebenarnya?
Siapapun mana sanggup menghentikan
Kehendak sang pencipta mutlak adanya
Polah yang dikerja pasti ada ganjarannya

Kembalilah!
Sebelum penyesalan menghampirimu
Sebelum gerbang ampunan tertutup rapat
Dan sebelum ajal menjemput paksa

 

Nur’aini Oktaviyanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *