Hiruk Pikuk Berebut Jajanan Gratis

LPMMOTIVASI.com—Matahari tepat berada di tengah bentang langit. Suasana cukup panas. Perpustakaan Universitas Negeri Sebelas Maret yang terletak di utara auditorium, berdiri gagah memamerkan bangunan delapan lantainya. Rabu, 30 Maret 2016 tak hanya kegagahan si badan perpustakaan saja yang tampak, melainkan beberapa gerobak penjaja makanan pun tampak di sekitarnya. Ada penjaja batagor, bakso, nasi liwet, nasi pecel, wedang ronde, es dawet, ubi-ubi rebus, serta makanan khas Solo seperti selat dan lontong, turut magrok di sana.

Hari itu, UPT Perpustakaan memang mengadakan pesta kuliner bagi pemustaka. Para civitas akademika serta masyarakat sekitar diperbolehkan menikmati makanan-makanan gratis dari penjaja makanan yang memang telah diundang oleh UPT Perpustakaan. Muhammad Rohmadi,  selaku Kepala UPT Perpustakaan menjelaskan bahwa acara ini dilakukan dalam rangka grand opening UPT Perpustakaan.

Salah satu pengunjung acara pesta kuliner tersebut adalah Ahmad Maulana, mahasiswa FKIP Prodi Bahasa Indonesia. Ia tampak turut berjejal dalam antrian pemesan batagor. Namun kemudian ia berbalik dengan air muka masam. Saat ditanya, rupanya batagor yang hendak dipesannya telah habis. “Makanannya kurang banyak,” aku Ahmad penuh kekecewaan (30/3). Dengan senyum kecut ia ingin menghampiri penjaja makanan lainnya. Tak beda cerita. Makanan lainnya pun telah habis. Hanya dalam kurun waktu satu jam makanan-makanan yang disediakan ludes. Namun biarpun kecewa, ia mengapresiasi acara yang diadakan perpustakaan ini.

Wajah Baru UPT Perpustakaan

Setelah disahkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Natsir pada 11 Maret 2016 lalu, kini UPT Perpustakaan menggelar acara grand opening untuk merayakannya. Dalam acara tersebut turut diluncurkan pula Klinik Pustaka Karya Ilmiah , Cafe Perpus Ilmiah, website,  pentas budaya,  pameran buku, dan pesta kuliner. Sebelum pesta kuliner, terlebih dahulu pada pagi harinya diadakan workshop mengenai artikel jurnal internasional. Lantas setelah pesta kuliner, diadakanlah Deklarasi Budaya Literasi dengan tagline Ayo giat membaca dan menulis untuk  NKRI.

Ketua UPT Perpustakaan, Muhammad Rohmadi berharap perpustakaan bisa menjadi  sumber belajar penelitian, pengabdian dan sumber informasi untuk mendukung perguruan tinggi di dunia internasional. “Ini milik kalian, dibangun oleh kalian, dikembangkan oleh kalian, dan ini jadi rumah kalian untuk belajar. Jadikan ini sebagai pusat sumber belajar sesuai dengan visi perpustakaan ini sebagai pusat sumber belajar penelitian, pengabdian dan sumber informasi untuk mendukung perguruan tinggi di dunia internasional dan nantinya di klinik ilmiah akan dibuka 24 jam untuk mengerjakan apa saja,” paparnya di tengah kesibukannya mengontrol jalannya acara (30/3).

Dalam acara grand opening ini digunakan konsep adat jawa bernama “Slup-slupan” yang memiliki arti menempati rumah baru. Di pintu masuk gedung perpustakaan turut pula digelar pentas budaya seperti Ketoprak dari UPKD,  campursari ,dan reog. Tampak hadir dalam peresmian tersebut adalah Wakil Rektor Bidang Akademik, jajaran dekanat, kaprodi, mahasiswa, serta kolega dari perpustakaan daerah.

Aningtyas_

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *