Helenina, Kala Cinta Belum Usai

Helenina merupakan novel karya penulis L.M. Cendana yang sebelum dinovelkan karyanya ini sempat ditulisnya di portal Wattpad. Helenina menceritakan kisah Cinta yang belum usai meskipun lintas generasi. Cerita ini diawali ketika Larasita Nareswari terbangun di tempat yang sangat asing baginya, di atas kereta kuda, mengenakan gaun khas noni belanda dengan suasana khas zaman kolonial .Mimpi-mimpi tersebut terus berualang menceritakan cuplikan demi cuplikan kisah demi kisah kehidupan Helenina Bregma, gadis peranakan belanda dengan wanita jawa yang hidup di awal abad ke-20.  Larasita benar-benar berbagi kehidupan dengan Helenina Bregma. Setiap bermimpi, ia menjelma sosok Helenina Bregma ,wanita dikagumi berkat kecantikannya.

Suatu hari, Helenina Bregma menginjakkan kakinya di tanah Jawa, setelah beberapa tahun menetap di Belanda untuk menempuh studi. Di Jawa, ia kemudian berkenalan dengan Ario, pemuda pribumi yang tak lain dan tak bukan merupakan teman sekolah dari kakaknya sendiri di HBS. Tak menghiraukan larangan papanya untuk menjalin hubungan dengan pribumi. Helenina kemudian menjalin kasih dengan Ario secara diam-diam. Papanya yang anti pribumi merupakan keturunan bangsawan yang masih bersaudara jauh dengan Ratu Wihelmia , melarang keras kedekatan putrinya dengan pemuda pribumi. Dengan cara apapun Ia berusaha memisahkan mereka, bahkan mengancam akan membunuh Ario.

Bagaikan berbagi kehidupan yang sama dengan Helenina. Larasita seperti diseret masuk dalam dunia Helenina yang nyatanya memiliki dimensi yang sangat bertolak belakang dengan dunianya. Jika pada siang hari Larasita hidup normal , namun malam harinya ia justu diseret jauh jauh dari kenormalan hidupnya  Larasita menjelma menjadi sosok Helenina di dalam mimpinya sehingga ia merasa dirinya terhubung dengan kehidupan Helenina di masa lampau, seolah-olah yang dialaminya bukan hanya mengalami lucid dream semata bahkan ia beranggapan bahwa Helenina merupakan sosok dirinya dimasa lalu. Suatu ketika Larasita dipertemukan dengan Raka, pemuda yang wajahnya mirip dengan Ario, kekasih Helenina di dalam mimpinya namun sifatnya sangat berbeda Raka sangat dingin dan apatis terhadap dirinya sedangkan Ario yang dikenalnya lewat mimpi merupakan pemuda yang hangat dan penyayang.

Semenjak bertemu Raka,  puzzle-puzzle kehidupan Helenina yang misterius itu perlahan lahat dapat Larasita ketahui. Dilema atas kejanggalan-kejanggalan yang ia temuai mimpinya hanyalah sebuah lucid dream biasa atau ia memang pernah menjalani kehidupan sebangai Helenina di masa lalu. Larasita pun merasa dituntut untuk berhubungan dengan Raka agar dapat menyelesaikan kisah Helenina dan Ario.

Novel ini menceritakan kehidupan para tokohnya yang unik. Mulai dari hubungan Helenina dan Ario yang mendapat banyak pertentangan karena banyak perbedaan meliputi status, adat, latar belakang dan keyaninan. Ario meupakan pemuluk Islam sedagkan Helenina merupakan Nasrani. Secara garis besar memang cerita ini pasaran sam seperti cerita-cerita kisah cinta tak direstui jagad raja lainnya seperti Romeo & Juliet serta Laila & majnun. Helenina merupakan novel dengan cerita biasa dengan jalancetita yang luar biasa.

Kisah Larasita dan raka dikisahkan juga begitu rumit. Larasita harus memendam perasaannya dalam-dalam karena sosok raka yang sudah memiliki tunangan. Sedangkan Raka dilanda olonia karena mencintai dua wanita yang bertolak belakang kepribadianya. Rinai yang cantik, pintar, pintar dan berpendidikan atau Larasita yang cerewet, pengganggu kehidupan raka, ceroboh dan penghayal akut.

Melalui novel ini, pembaca seperti dibawa langsung ke Surabaya. Gambaran masa olonial dibuat dengan apik, pembaca seperti tenggelam dalam kisah Helenina dan Ario tempo dulu. Gaya penulisan yang digunakan sungguh unik, saya merasa seperti membaca satu buku yang ditulis oleh dua penulis sekaligus. Pada kisah Helenina dan ario saya seperti menemukan jiwa seperti Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer. Kisah larasita dan Raka ditulis dengan bahasa modern sesuai dengan latarnya sedangkan kisah Helenina dan Ario benar benar membuat pembaca tenggelam dalam masa olonial belanda.

Pembaca dapat mendapatkan banyak sekali ilmu dari buku ini, penulis mengkombinasikan sejarah, , seni, filsafat, psikologi dan sastra secara apik. Novel ini juga menyinggung mengenai fenomena Lucid Dream, Déjà vu, Alter Ego, Bipolar dan Doppleganga yang membuat pembaca  takjub. Penulis juga menyisipkan kisah kisah pewayangan Bhisma dan Dewi Amba dan dongeng  fiksi  Princess Aries dan Leo yang membuat terkagum kagum.  Terlepas dari penggunaan kosakata sastra dan bahasa Belanda yang memang sulit untuk dipahami adanya beberapa  kosakata sastra dan bahasa belanda justru dapat menambah perbendaharaan kata pembaca..

Secara keseluruhan novel ini ditulis dan dikemas dengan apik meskipun secara garis besar cerita ini “pasaran”. Cerita biasa dengan jalan cerita luar biasa , Rangkaian kata-katanya menghipnotis pembaca untuk terus membaca, membaca, dan membaca kelanjutannya. Setiap bab pada novel ini benar benar membuat penasaran. Helenina benar benar membuat takjub setiap orang yang membacanya. Meskpun ada beberapa kata kata kasar masih dapat dimaklumi juga terdapat beberapa penulisan kata yang salah memang tidak pernah luput dari buku manapun

 

            Junita Safitri

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *