Garuda di Dadaku

Produser : Shanty Harmayn

Produksi : Sbo Films Dam Mizan Productions

Sutradara : Ifa Isfansyah

Penata kamera: Cesa David Luckmansyah

Penata musik: Aksan Sjuman, Titi Sjuman, Netral

Penulis : Salman Aristo

Pemain : Emir Mahira (Bayu) , Aldo Tansani (Heri) , Marsha Aruan (zahra) , Ikranagara (kakek bayu) , Maudy Koesnaedi (ibunda bayu) , Ary Sihasale , Ramzi

Durasi: 1 jam 36 menit

Rilis: 18 Juni 2009

Film Garuda di Dadaku merupakan jenis film bergenre olahraga dan nasionalisme. Film Garuda di Dadaku diterbitkan untuk sebuah misi dunia sepak bola Indonesia agar lebih maju. Film ini disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dan diperankan oleh Aldo Tanzani sebagai pemeran utama, Emir Mahira, dan Marsha Aruan yang dipilih berdasarkan hasil penyaringan casting dan aktor profesional lainnya. Background pengambilan film Garuda di Dadaku yaitu di beberapa tempat di Jakarta, seperti Stadion Utama Bung Karno, Komplek Istana Olahraga Senayan, dan perkampungan di Jakarta.

Garuda di Dadaku adalah film keluarga yang bercerita tentang Bayu, seorang anak SD yang tinggal di perkampungan sesak di Jakarta. Bayu mempunyai mimpi menjadi seorang pemain bola dan masuk ke Tim Nasional Indonesia. Bayu mempunyai bakat bermain sepak bola dari ayahnya yang dulunya juga seorang pemain sepak bola. Sayangnya, cita-cita Bayu itu ditentang oleh sang kakek yang lebih senang melihat Bayu mengikuti berbagai macam kursus demi masa depannya. Namun teman dekat Bayu yang bernama Heri, selalu meyakinkan bahwa Bayu sangat memiliki talenta untuk menjadi pemain sepak bola nasional. Bahkan Heri juga yang selalu mengajak Bayu untuk ikut ke ajang seleksi pemain nasional usia dibawah 13 tahun. Ternyata Kakek Bayu mempunyai alasan yang kuat kenapa ia melarang Bayu bermain bola. Ayah Bayu yang dulunya seorang pemain bola mengalami cedera berat pada waktu itu, sehingga tidak bisa bermain bola dan akhirnya hanya menjadi seorang supir taksi. Kakek Bayu tidak mau nasib yang sama menimpa Bayu, cucu yang ia sayangi. Bayu yang benar-benar mencintai sepak bola tidak mau begitu saja menuruti apa kata kakeknya dan berusaha mewujudkan impiannya itu.

Cerita persahabatan Bayu dan Heri diceritakan sangat apik dalam cerita ini. Meski banyak masalah antara mereka, tapi mereka tetap dapat diselesaikan. Pada akhir cerita Garuda di Dadaku ini. Bayu dapat memenuhi cita-citanya yaitu ia menjadi pemain Tim Nasional U-13.

Inti dari film Garuda di Dadaku, mengisahkan bagaimana perjalanan seseorang menjadi seorang juara sejati yangmelalui proses yang panjang dan melelahkan. Sang juara sejati tak akan menyepelekan lawan, dan tak mudah terpengaruh. Melalui film Garuda di Dadaku ini, rasa nasionalisme hadir pada harapan Bayu kecil dengan timnya yang bermimpi kelak dapat bermain di Stadion Bung Karno dan dapat menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Walaupun tujuan utama film ini adalah untuk menghibur namun ternyata Film Garuda di Dadaku memiliki makna yang besar terhadap kemajuan sepak bola Indonesia.

Film Garuda di Dadaku datang membawa angin segar dengan pemainnya yang belum terlalu terkenal, memberikan nuansa baru bagi dunia hiburan layar lebar tanah air. Film Garuda di Dadaku cocok sebagai hiburan sehat bagi keluarga dengan alur cerita yang sederhana namun menginspirasi dan mendidik bagi anak dan rakyat Indonesia. Film Garuda di Dadaku dikategorikan sebagai film sukses dan masuk ke dalam nominasi Festival Film Indonesia. Seperti nominasi pemeran pria terbaik, nominasi skenario asli, tata musik terbaik dan juga nominasi film anak terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia.

_Tri Wiratno

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *