Dibalik Pementasan Kethoprak Ismayasuddha UNS

lpmmotivasi.com-

 

Dalam rangka Diesnatalis ke-43, UNS menggelar pementasan Kethoprak Ismyasuddha dengan lakon “Bayangkara Majapahit” yang diadakan di Auditorium UNS pada Jumat malam (22/03/2019). Pementasan mengangkat unsur budaya jawa dan ditambah tokoh yang diperankan oleh para pejabat UNS, seperti Rektor UNS, Ravik Karsidi sebagai Prabu Hayam Wuruk, menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat umum untuk melihat pertunjukan ini.

Pementasan ini melibatkan kurang lebih 100 orang yang terdiri dari pejabat UNS, mahasiswa UNS, dan kelompok dari luar seperti mahasiswa ISI Surakarta. Tentu saja untuk mempersiapkan semua ini tidaklah mudah, para panitia yang terbentuk dari masyarakat UNS harus bertanggung jawab atas tugasnya masing-masing, dan begitu juga untuk para tokoh yang harus berlatih sedemikian rupa agar pementasan ini berjalan dengan baik.

Latihan yang dilakukan oleh para pemain dimulai pada bulan Desember, tetapi untuk efektifnya dimulai pada bulan Januari. Selama latihan, terdapat beberapa kendala yang terjadi, seperti tidak lengkapnya para pemain saat latihan dikarenakan bersamaan dengan libur semester yang lumayan lama. Tetapi, walaupun saat hari libur para pemain tidak lengkap, mereka tetap semangat berlatih dan pada saat kembali perkuliahan dimulai, semuanya bisa berlatih dengan lengkap. Dalam persiapan acara ini, Paramasari Dirgahayu selaku wakil dekan III Fakultas Kedokteran mengatakan jika ia latihan sebanyak 3x di pendopo UNS. “Kalau saya baru latihan tiga kali. Persiapannya setiap orang itu berbeda-beda. Kalau saya kan cuma keluar sekali, ngomong se alenia, sedangkan pemeran utamanya Gajah Mada, jadi effort untuk latihannya berdeba-beda,” ujarnya.

Terdapat juga penari yang berasal dari ISI Surakarta, mereka mengatakan bahwa mereka mendapat undangan untuk mengisi pementasan Kethoprak pada Diesnatalis UNS. Agil Pramudyawarna salah satunya, mahasiswa program studi Seni Tari angkatan 2015 ini mengatakan bahwa baru pertama ini ia mengisi acara di panggung besar, “ya tentu saja deg-deg kan soalnya ini yang pertama di panggung besar, sebelumnya saya juga pernah mengisi di Opening Ceremony Asian Para Game,” katanya. Ia berlatih setiap hari Senin sampai Rabu pada pukul 18.00-22.00. Kendala yang dialami adalah kurangnya disiplin para penari saat berlatih, datang terlambat dan membuat latihan semakin lama, tetapi mereka tetap menjalaninya dengan senang hati.

 

 

Rida Yure

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *