Dana UKM Bukan Kuota, Tapi Kinerja

lpmmotivasi.com-UNS terus berupaya melakukan internasionalisasi demi tercapainya World Class University. Tak terkecuali, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang didorong untuk internasionalisasi. Menanggapi hal ini, Dr. Sutanto  selaku Ketua Perencanaan dan Pengembangan (Renbang) UNS mengatakan bahwa internasionalisasi bukan hanya sebuah perubahan, tapi merupakan keharusan dalam wawancara (30/3) .

Banyak UKM tidak siap dengan internasionalisasi, hal ini dapat terjadi karena banyak UKM yang merasa tidak siap, karena ingin memperbaiki internal organisasinya, yang harus terkendala dengan aspek pendanaan. Mereka khawatir akan ada perbedaan pendanaan antara mereka yang mengadakan kegiatan internasional dan yang tidak mengadakan.

Dr. Sutanto dalam wawancaranya mengatakan bahwa dana kemahasiswaan tidak berdasarkan kuota, tetapi melihat kinerja UKM tersebut.

Universitas memang memprioritaskan mendanai kegiatan internasional, setelah itu kegiatan yang lainnya. “Targetnya memang target prioritas yang internasional. Itu kita utamakan dulu, setelah itu yang reguler-regulernya. Kalau memang akhirnya semua go internasional gimana? Ya kita danai semua.” katanya.

Dr. Sutanto menambahkan bahwa bukan hanya kampus yang internasional, tetapi juga mahasiswa harus lebih dulu internasional. Ia menganggap mahasiswa memiliki potensi sehingga ia mendorong UKM di UNS untuk internasionalisasi.

UKM dalam membuat perencanaan kegiatan diharapkan orientasinya ke arah internasional. “Justru saya melihat potensi besar ini ada di mahasiswa, baik perorangan maupun mereka berkelompok dalam organisasi. Kalau dalam berorganisasi berarti ciptakan kegiatan-kegiatan yang berorientasi, yang indikatornya internasional.” katanya.

Dr. Sutanto juga menuturkan, banyaknya UKM di fakultas masing-masing itu bukan masalah karena itu adalah dinamika kegiatan mahasiswa. Di dalam kampus harus ada kompetisi sehingga dari kompetisi tersebut bisa diketahui siapa yang mewakili UNS. Hanya saja, ia mengharapkan adanya mekanisme yang jelas untuk mewakili universitas. “Dinamika kegiatan mahasiswa di masing-masing fakultas muncul banyak sekali, ya tidak apa-apa. Tapi kalau mewakili universitas siapa yang berhak mewakili itu. Nah, itu harus ada mekanisme yang jelas.” katanya.

Faridatul Mardhiyyah

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *