Cari Solusi dengan Kesadaran Bersama

Tak menjamin kampus menjadi tempat yang nyaman untuk sepeda motor. Terakhirbulan September di depangedung UKM FKIP UNS sudah ada tiga kasus kehilangan sepeda motor, antaranya milik pengurus SKI dan UPKD. Menurut Kepala bagian TU,RT,HTL ,Rusdian Rasih Hendrato, SH  hingga sekarang sudah dilaporkan di polres Jebres namun belum ada satupun kendaraan yang ditemukan. Akhirnya dari pihak keamanan UNS mendirikan portal di sekitar gedung UKM FKIP, hal ini tentu membuat sulit bagi mahasiswa UKM untuk masuk ke gedung. Menurut Surono sebagai coordinator satpam mengatakan bahwa kehilangan sepeda motor itu akibat salah dari mahasiswa yang “ngawur” memarkirkan kendaraannya di depan gedung UKM. Menurutnya di depan gedung UKM FKIP itu bukan tempat parkir. Kasus pencurian di UNS ini semakin memberikan keketan bagi mahasiswa yang memarkirkan sepeda motornya di area yang tidak terdapat pengawasan secara intensif. Misalnya saja peringatan tulisan yang ditempelkan di sepeda motor yang tetap memarkirkan di depan UKM. Hal ini belum diketahui oleh banyak mahasiswa UKM, pasalnya tidak ada sosialisasi dan larangan pada saat kasus-kasus itu terjadi. Serta dilihat dari posisi gedung UKM yang memang memungkinkan untuk menitipkan sepeda motor. Pasti terdapat tempat yang memiliki model serupa dengan gedung UKM FKIP.

Persoalan parkir ditengarai beberapa faktor, yaitu keterbatasan tempat parker dan penjagaan. Bagi mahasiswa FKIP tempat parker kurang setara dengan jumlah mahasiswa. Selain itu penjagaan setiap gedungpun tak seketat fakultas lain. Misal Fakultas Teknik yang memiliki sistem elektronik memberikan kenyamanan lebih tinggi terhadap kerawanan pencurian sepeda motor. Namun berbeda halnya di FKIP ,selain keterbatasan juga penjagaanya, seperti yang penting kenal saja sudah cukup dapat keluar masuk parkiran. Kemudian soal dilarangnya parkir di daerah rumah ibadah menurut Surono, yang seharusnya parkir di fakultas masing- masing kurang memberikan solusi karena dilihat dari luas UNS yang tidak memungkinkan, terkecuali jika memang kampus memberikan kebijakan tertentu misalnya terkait  “Go Green” dengan adanya pengurangan pemakaian kendaraan.

Hampir di setiap tempat di UNS sekarang sudah ada tulisan larangan memarkirkan kemdaraannya terkecuali pada area parkir ataupun terdapat petugas, terkadang banyak kegiatan perkuliahan dan kegiatan mahasiswa yang memang membutuhkan tempat yang lebih luas bukan sekadar tempat kuliah. Menurut Surono perlu diketahui bahwa satpam-satpam kampus bukan hanya menjaga parkir ulangnya berkali-kali.

Solusi tentang keamanan harus ada dukungan atau sokongan dari berbagai lini, baik dari birokrasi dan pihak keamanan itu sendiri. Bukan hanya sekadar menyalahkan mahasiswa atau berbagai pihak yang bersangkutan mengenai keamanan tempat tertentu, namun perlu dicari jalan tengah. Tentu menjadi evaluasi bagi warga kampus UNS untuk sadar akan keamanan lingkungan.

Bagi mahasiswa tentu memiliki pertimbangan sendiri, bagaimana harus mengikuti aturan dan keamanan yang sudah ditentukan pihak kampus atau keamanan kampus. Jika memang kurang dalam pelayanan dengan memberikan masukan baik terkait kemanan atau fasilitas pada birokrasi dan keamanan kampus. Pada pihak kampus dan keamananpun tidak serta merta menyalahkan kegiatan mahasiswa. Namun perlu solusi, karena tidak semua kegiatan bisa dilakukan di gedung masing-masing. Fasilitas kampus seyogyanya juga dimiliki mahasiswa bukan sekadar pelarangan saja.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *