Bisakah Kau Dengar Aku?

Seperti ombak yang menghantam karang
Seperti api yang membakar hutan dunia
Terombang-ambing bagai lautan yang pasang
Pasti semua akan hancur berantakan

Saat kejujuran lenyap termakan ambisi
Saat manusia hidup tanpa hati nurani
Saat membenci terasa lebih nyaman
Saling menyakiti pun terlihat wajar

Kematian bukan lagi hak asasi pribadi
Kekuasaan dan kekayaan memangkas habis hak-hak sang lemah
Jangankan foya-foya, tuk bertahan hidup saja cukup merana
Dunia seakan hanya memihak pada yang kuat

Manusia tak ayal mengaku sebagai Tuhan
Merasa paling segalanya hingga semua harus tunduk atas perintahnya
Bisikan hati nurani pun tak lagi didengar
Tenggelam dalam keserakahan yg ingar

Oh Tuhanku …
Apakah selamanya hidup seperti ini?
Hidup segan, mati tak mampu
Meski telah renta ku pastikan lentera tetap menyala
Menuai bahagia yang direnggut sang kaya dan penguasa

Wahai dunia …
Seribu tahun ini sungguh berat, bangun berpura menjadi kuat
Yang lemah semakin lemah, yang kuat semakin kuat
Sungguh inilah ironi yg terjadi
Tapi ku yakin Tuhanku tidak pernah tidur

Ferlinda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *