Berani Kan, Wanita?

Memperingati hari Kartini ini, pada Selasa 21 April 2015 mahasiswi Seni Rupa FKIP UNS menghelat sebuah pameran dengan judul “Visual Art Wani to Wanita”. Acara yang terinspirasi dari keresahan akan langkanya seniwati di Indonesia dewasa ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa wanita juga punya gebrakan. “Selama ini yang diekspos hanya seniman-seniman laki-laki, yang seniman perempuan siapa?” tutur mahasiswi Seni Rupa FKIP, Luna Sancaya Dewi, selaku ketua panitia. Acara yang seluruh panitianya diisi oleh perempuan ini mengambil judul “Wani to (Bahasa Jawa) Wanita” yang bila diartikan dalam Bahasa adalah Berani, kan, Wanita?

Acara utama dalam pagelaran ini adalah pameran lukisan 2 dimensi dan instalasi 2 dimensi karya para mahasiswi Pendidikan Seni Rupa UNS, Seni Rupa Murni UNS, dan ISI Yogyakarta. Media yang digunakan sebagai bahan melukis pun bermacam-macam. Ada cat air, pensil warna, pensil, acrylic, maupun mix media. Tema lukisan yang dipamerkan adalah mengkritisi diri sendiri, mengkritisi wanita, atau mengkritisi wanita lain untuk saling mengintrospeksi diri sesama wanita.

My Ning Yuliastuti selaku dosen pembimbing acara ini mengatakan bahwa acara ini membuat mahasiswa lebih berani dalam mengeksplorasi media dan konsep. Mereka tidak merasa bahwa karena mereka masih semester awal, sehingga mereka hanya bisa berkreasi menggunakan media terbatas. “Saya membebaskan mereka menggunakan media apa saja,” tutur dosen mata kuliah praktek yang pada hari itu turut mengenakan kebaya seperti para panitia acara.

Pameran lukisan yang akan berlangsung dari tanggal 21 hingga 24 April ini turut dimeriahkan dengan acara lain seperti acara lomba memasak pada tanggal 21 April, lomba fashion show serta performing art pada tanggal 22 April, dan lomba futsal di tanggal 24. Yang unik dari lomba-lomba yang diadakan adalah adanya tukar peran. Untuk lomba memasak dan fashion show yang boleh mengikuti adalah para mahasiswa. Sedangkan untuk futsal yang boleh mengikuti adalah para mahasiswi.

Salah satu alumni Pendidikan Seni Rupa UNS, Wahid Satriya yang turut menjadi pengunjung di acara tersebut memberikan applause bagi para mahasiswi yang mampu menghelat acara sedemikian rupa. “Inovasi baru untuk FKIP seni rupa. Untuk perempuan, baru kali ini berani menampilkan sesuatu yang berbeda. Kesannya applause buat teman-teman.” Tuturnya.

Melalui acara seperti ini Ketua Panitia, Luna Sancaya Dewi, berharap dapat mengumpulkan seniman-seniman wanita dan akan tumbuh suatu komunitas seniman wanita. “Kecil kecilan dulu (mengajak teman_red) dari kampus, kakak tingkat, dari seni murni UNS, ISI Solo, ISI Jogja.”

Ditanya mengenai saran untuk tahun depan, Ning menyarankan agar tahun depan acara seperti ini mencakup taraf Jurusan, tidak hanya prodi Seni Rupa saja. “Nanti, kan, lebih seru. Lebih memfasilitasi prodi yang lain. Karena mereka, kan, juga ingin mengungkapkan ekspresi mereka mungkin lewat berpuisi, kepandaian berbahasa dan lain-lain,” paparnya.

_Aristi

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *