BEM UNS Orasikan Rapor Rakyat

LPMMOTIVASI.com — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS menggelar aksi orasi di boulevard kampus UNS pada Selasa (27/10) siang. Aksi tersebut bertajuk Konferensi Pers Pernyataan Sikap Rapor Rakyat #Jokowi-JK Gagal. Dalam aksi tersebut Eko Pujianto, selaku presiden BEM UNS membacakan rapor Jokowi-JK selama satu tahun kepemimpinan yang dinilai tidak sesuai dengan Nawacita. BEM UNS telah membuat survey elektabilitas kepuasan masyarakat khususnya mahasiswa terhadap kinerja presiden. Survey tersebut dilakukan selama tiga hari, yakni sejak tanggal 20 Oktober 2015 hingga 22 Oktober 2015 dengan lima permasalahan utama yang menjadi sorotan, yakni permasalahan hukum, politik, ekonomi, hubungan internasional, dan kemanaan. “Kita gunakan Nawacita sebagai parameter. Kebijakan apa saja yang sudah diambil selama ini, kita rangkum, kita sesuaikan dengan Nawacita. Ternyata banyak sekali yang tidak sesuai. Ada sekitar 15 (kebijakan-red) yang tidak sesuai,” ungkap Eko (27/10).

Sementara jumlah mahasiswa yang disurvey adalah sebanyak 400 mahasiswa dan berasal dari anggota BEM Fakultas. BEM sebagai badan eksekutif dianggap telah mewakili suara mahasiswa sehingga survey diambil dari suara BEM-BEM fakultas. Dari hasil survey tersebut dinyatakan bahwa 42% mahasiswa merasa tidak puas dengan pemerintahan Jokowi-JK, 35% ragu, dan 15% merasa puas. Selain UNS, terdapat beberapa BEM dari lima pulau besar di Indonesia yang turut melakukan survey. Total jumlah mahasiswa yang disurvey adalah 5.300 mahasiswa. Gilang Garendi selaku Menko Eksternal BEM UNS menyatakan bahwa survey yang diselenggarakan ini adalah survey murni. “Tidak seperti survey dari lembaga lain yang mungkin dicampuri kepentingan-kepentingan tertentu,” tuturnya (27/10).

Selain itu, dalam aksi yang berlangsung sejak pukul 14.00 siang tersebut Eko juga turut mengumumkan pemberangkatan 30 mahasiswa UNS ke Jakarta untuk menghadiri sidang rakyat yang digelar BEM SI pada Rabu 28 Oktober 2015 di Istana Negara. Bersama lima ribu mahasiswa lainnya, BEM UNS bermaksud akan menyidang Jokowi-JK. Eko menyatakan bahwa tidak ada cara lobyying. Ia berpendapat bahwa cara pemaksaan seperti ini boleh jadi merupakan salah satu jalan supaya pemerintah sadar. Ia yakin bahwa pemerintah dalam memerintah terdapat banyak kepentingan yang ikut campur di dalamnya. Entah kepentingan golongan, kepentingan asing, maupun pribadi. “Esensi dari kita menuntut adalah pemaksaan. Bagaimana caranya menggalang aksi sebesar-besarnya untuk memaksa pemerintah melakukan tuntutan kita, karena tuntutan kita ini ya kita nilai sesuai dengan apa yang menjadi Nawacita beliau sendiri. Jadi wajar kalau kita menuntut,” paparnya.

Aksi menyidang Jokowi-JK tersebut merupakan realisasi dari tiga grand design yang diusung pemerintahan Eko Pujianto selaku Presiden BEM UNS periode 2015. Ketiga grand design tersebut diantaranya adalah; Mengawal kepemimpinan pemerintahan nasional, mengawal pemilihan calon wali kota dan calon wakil wali kota daerah Kota Solo, serta menyiapkan sumber daya mahasiswa menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Aristi_

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *