BEM UNS diminta selesaikan masalah OSM terdahulu

Olimpiade Sebelas Maret (OSM) adalah salah satu program kerja dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret yang bertujuan menggali minat dan bakat mahasiswa di bidang olahraga. Di tahun 2018 ini akan dilaksanakan OSM yang ketiga. Namun OSM edisi sebelumnya masih menyisakan masalah. Yakni terkait hadiah yang belum diberikan hingga saat ini.

Mengenai hasil audiensi, Theresia Budi Listyawati, juara 1 badminton ganda campuran pada OSM 2017 mengaku telah mengumpulkan berkas yang telah menjadi syarat pencairan hadiah. “Yaudah ngumpulin berkas, tapi ngga ada follow up dari BEM nya. Engga ngasih tahu perkembangannya sampai mana. Di grup juga ngga bales. Sananya diam aja”, ujarnya. (9/9)

Senada dengan Listy, Adelia Tiara, juara 2 badminton ganda putri OSM 2016 dan 2017 menyatakan juga sudah mengumpulkan berkas. “Sebenernya dari kita sebagai pemenang sudah mengumpulkan berkas – berkas. Tetapi selanjutnya tidak tahu, soalnya dari pihak BEM-nya di grup tidak ada jawaban mengenai hal tersebut. Tidak ada perjanjian (tenggat) waktu untuk masalah ini”, jelasnya. (10/9)

Terkait tetap akan dilaksanakannya OSM pada tahun ini, Adelia meminta pihak terkait meminta maaf. “Harusnya mereka minta maaf dan klarifikasi mengenai masalah ini. Setiap kita tanya pasti lempar tanggung jawab”, lanjutnya.

Mahasiswa umum juga menyampaikan harapannya. Buharudin, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia mengungkapkan masalah sebelumnya harus diselesaikan terlebih dahulu. “Sebaiknya masalah-masalah sebelumnya ditindaklanjuti sampai tuntas baru mengadakan lagi, walaupun waktunya tidak sesuai tahun lalu. Harus ada komunikasi panitia tahun lalu dan sekarang. Jadi masalah diselesaikan dulu baru diadakan lagi”, tuturnya. (10/09)

 

Elsa Rakhmanita

Fijar Suwarno Putri

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *