BEASISWA HANYA UNTUK KAMU !! YA KAMU !!

Felix Siauw berkata dalam bukunya bahwa habits adalah suatu aktivitas yang dilakukan terus-menerus sehingga menjadi bagian dari seorang manusia. Nampaknya “habits” itu mulai menancap kepada diriku akibat terbiasa terpenuhi kebutuhan hidupnya oleh orang tua. Kita telah terbiasa menjadikan diri kita sebagai objek dalam kehidupan, menurut saya itu bahaya. Karena ketika kita menjadi objek, kita akan mudah disetir orang lain. Kita telah ter-mindset bahwa selamanya hidup akan selalu ada yang biayain.

                Sekarang fokus pada usaha kita. Setelah saya berpikir dan melihat kemudian menganalisa semua yang terjadi di kehidupan ini, ternyata prestasi saya tidaklah ada apa-apanya dibanding kerja keras itu sendiri. Ketahuilah, bahwa hasil itu hanya akibat dari adanya usaha yang kita berikan. Saya punya kakak tingkat jurusan Teknik Sipil. Sebut saja Rian. Beliau ini adalah lulusan dengan IPK 4,00! Perfect! Dan hebohnya lagi, saat ini Rian adalah orang pertama di UNS yang mendapat IPK sempurna. Ternyata setelah saya telusuri, beliau memiliki satu rahasia yang membuatnya bisa seperti itu. Berprestasi dan membanggakan kedua orang tuanya. Apa rahasianya? Dia hanya tidur satu jam dalam sehari. Dia membiasakan dirinya untuk tidur satu jam sehari dan sisanya untuk belajar dan berorganisasi. Coba bayangkan, bagi kita itu sebuah hal yang luar biasa, namun bagi dia itu biasa. Kenapa? Jawabannya sederhana. Karena itu sudah menjadi kehidupannya. Sudah menjadi kebiasaan yang menempel pada dirinya. Jadi bisa kita tarik kesimpulan dari contoh ini bahwa hasil itu berbanding lurus dengan usaha yang dilakukan terus-menerus.

                Tentunya, seseorang bisa meraih kesuksesan tidak ada yang instan. Semua terus berproses, pasti ada naik turunnya. Mas Rian sudah mulai merintis kebiasaannya itu sejak mulai semester satu. Dia memilih untuk tidak tidur banyak, daripada tidak mendapat IPK sempurna. Latihan demi latihan pasti telah menjadi makanan sehari-hari Mas Rian. Sebuah penelitian menyampaikan bahwa seseorang baru akan menjadi ahli dalam bidang yang dia pilih apabila telah berlatih selama 10.000 jam di bidang tersebut. Bullshit kalo kebanyakan orang bisa meraih sukses dalam waktu sekejap. Itu sukses halal apa sukses dukun? Hehe. Hal itu yang menjadi salah kaprah kebanyakan pemuda saat ini. Saya sendiri merasa miris dengan keadaan pemuda di negeri saya. Kenapa tidak mereka lakukan pekerjaan yang bisa menjadikan dia master dibidang tertentu sejak kecil!

                Kita tidak bisa berhenti, karena waktu akan terus berjalan. Kita diberikan jatah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari setiap orang. Namun, hasil yang diperoleh oleh setiap orang berbeda. Karena sebagian orang yang beruntung telah menyadari bahwa waktu terus berjalan. Waktu tidak stagnan dan tak akan bisa diputar ulang. Betapa pentingnya waktu itu sampai-sampai Umar Bin Khattab RA pernah bilang bahwa waktu itu ibarat pedang, jika kau tidak bisa memanfaatkannya maka ia akan memenggalmu. Jadi, manfaatkanlah waktu sebelum kita tidak lagi dikasih jatah waktu.

                Dari uraian yang telah ada diatas, saya bertekad untuk mulai membiayai hidup saya sendiri. Saya ingin membiasakan diri saya untuk tidak bergantung kepada kedua orangtua saya. Kalo bisa justru kitalah yang membiayai hidup mereka. Dari banyaknya pilihan – pilihan yang ada, salah satu yang saya pilih adalah jalur beasiswa. Yang saya pilih adalah beasiswa PPA.

                Hari ini saya mulai mengurus beasiswa PPA itu, dan insyaAllah besok bisa saya kumpulkan berkasnya untuk diverifikasi. Semoga lancar. Ya saya cuma bisa mencurahkan isi hati saya melalui tulisan ini. Karena Allah SWT pasti sangat paham apa yang saya butuhkan. Kemenangan ini sudah di depan mata. Saya akan mantap dan terus yakin bahwa kemenangan itu benar-benar terjadi.

 Aji Nurseto

 Fakultas Teknik

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *