Beasiswa Diblokir, Mahasiswa Resah

Kenyamanan memberi dampak positif pada diri seseorang. Dampak itu dapat meningkatkan kerja seseorang dalam prosesnya, sama halnya dengan proses belajar. Bidikmisi merupakan beasiswa yang dialokasikan untuk mahasiswa kurang mampu. Teknis beasiswa ini diterapkan dimasing-masing kampus dengan kebijakannya.

Mulai beberapa bulan lalu mahasiswa bidikmisi di UNS mengalami pembatasan penarikan uang tunai. Selain itu jumlah uang yang turun berbeda-beda. Ada dana yang turun per bulan ataupun turun sekaligus untuk satu semester. Jumlah nominal yang turun perbulan dengan kisaran Rp. 600.000,00 mungkin tidak begitu menimbulkan masalah, karena nominalnya pun telah sesuai untuk pemenuhan kebutuhan satu bulan.

Pada periode yang turun langsung untuk satu semester kisarannya Rp. 3.600.000,00 sedikit menimbulkan permasalahan. Permasalahannya adalah kebijakan dari pihak kemahasiswaan UNS yang membatasi penarikan uang tunai oleh mahasiswa bidikmisi dengan sistem blokir. Adanya pemblokiran untuk periode bulan selanjutnya memang sedikit membingungkan. Padahal, saldo yang tertera masih memungkinkan untuk ditarik oleh mahasiswa. Sistem blokir yang diterapkan beberapa waktu yang lalu hingga sekarang meresahkan mahasiswa. Pasalnya tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi secara luas kepada mahasiswa bidikmisi, dan jumlah nominal saldo tabungan yang kerap kali kosong ketika pemblokiran. Hasilnya banyak mahasiswa bidikmisi harus pandai-pandai mengelola kebutuhannya di masa pemblokiran.

Kebijakan terkait sistem pemblokiran masih perlu untuk diperhatikan dan ditinjau lagi. Seperti yang kita bersama ketahui, bahwa mahasiswa adalah seseorang yang selalu bertambah kebutuhannya.  Selain itu sosialisasi harus dicanangkan lebih luas kepada mahasiswa bidikmisi.

 

Nurmansyah Triagus Maulana

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *