Aturan Baru Legalisir Ijazah

lpmmotivasi.com – Imam Sujadi, selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, angkat bicara mengenai kebijakan biaya legalisir. Imam mengatakan bahwa rektor lah yang mempunyai wewenang menetapkan kebijakan mengenai legalisir. Menanggapi perbedaan biaya yang diterapkan bagi alumni lulusan sebelum dan sesudah tahun 1990 yang melakukan legalisir, Imam menjelaskan bahwa ada hal yang menjadi pertimbangan rektor mengenai hal tersebut. “Itu dari rektor. Dulu kan gini, Rp 2000,00 itu sebenarnya ada akta. Sekarang kan tidak ada akta lagi, adanya kan cuma ijazah sama transkrip, sehingga berkurangnya itu memang jumlah yang dilegalisir itu berkurang,” jelasnya (21/2).

Mengenai rencana digratiskannya biaya legalisir, Imam mengatakan dalam peraturan pemerintah tidak ada biaya yang dibebankan pada alumni mulai tahun 2015. “Terus ada peraturan pemerintah yang terkait dengan legalisir itu. Itu sudah tidak ada biaya sejak Desember 2015. Cuma waktu penyesuaiannya itu memang 2 tahun. Sehingga tahun 2017 ini, kita sudah tidak memungut uang legalisir itu.” Jelas Imam (21/2). Pihaknya juga menambahkan tidak ada dasar hukum dari pemerintah yang mengatur penarikan biaya pada tahun-tahun sebelumnya. “Masalahnya kemarin kan biayanya itu tidak ditangani fakultas. Tapi dimasukkan ke rekening rektor. Kemudian karena tidak ada dasar hukum yang mendasari itu maka universitas tidak menarik lagi uang untuk legalisir,” imbuh Imam.

Mengenai rencana tersebut, Imam mengkonfirmasi bahwa legalisir ijazah akan digratiskan mulai 1 Maret 2017. “Tidak ada surat edaran dari rektor. Kemudian kami sudah memutuskan   dari bulan Januari kita para wadek II (wakil dekan bidang umum dan keuangan) menanyakan ke WR II, saya bertanya kaitannya dengan legalisir ijazah itu. Kemudian dari beliau udah tidak (menarik dana _red).” Jelas Imam mengenai kebijakan yang akan ditetapkan FKIP tersebut.

Terkait dengan kebijakan baru tersebut, Imam juga mengatakan bahwa ada sedikit perubahan mengenai jumlah dokumen yang dilegalisir dari maksimal 15 lembar menjadi 5 lembar saja. “Maksimal 5. Jadi 5 lembar ijazah, 5 lembar transkip dan 5 lembar akta kalau masih punya dalam waktu 6 bulan sekali.” Ujarnya (21/2).

 

Triana Febri

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *