Alur Menulis Skenario

Skenario film adalah salah satu tahapan dalam membuat film. Seringkali kita mendengar istilah skenario, naskah, dan skrip. Di antara ketiga istilah tersebut tidak ada perbedaan signifikan, hanya saja biasanya orang sering menggunakan istilah skenario dan skrip untuk film, sedangkan naskah untuk drama. Untuk menulis skenario yang baik, maka harus melewati alur atau tahapan dalam penulisannya.

Dalam menulis skenario terdapat beberapa alur. Alur yang pertama yaitu menulis premis. Dalam premis yaitu proses penulisan ide kalian ke dalam satu kalimat. Tujuan dari adanya premis ini yaitu untuk memudahkan dalam penulisan agar tidak keluar dari cerita yang akan disajikan. Dalam sebuah premis terkandung (1) karakter & atributnya, (2) aksi/tindakan, (3) situasi. Biasanya, ketika menulis premis, nama karakter belum disebut, melainkan menjelaskan atributnya.

Kedua, menulis sinopsis pendek. Setelah menuliskan satu kalimat dari cerita yang kalian punya, selanjutnya adalah mengembangkan kalimat tersebut menjadi 3 kalimat. Dalam susunannya, kalimat pertama mengandung pengenalan, kalimat kedua sebagai inti permasalahan, dan kalimat ketiga sebagai penyelesaiannya. Hubungan sebab-akibat dalam penulisan sinopsis pendek ini sangat diperlukan untuk kesesuaian antarkalimat.

Ketiga, menulis sinopsis panjang. Bagian ini adalah penjabaran dari sebelumnya. Tambahkan detail-detail yang akan kalian hadirkan pada cerita di sinopsis panjang ini.

Langkah selanjutnya yaitu menuliskan treatment. Menulis treatment sama halnya kalian membuat cerita pendek. Hasil dari penulisan premis dan sinopsis panjang dapat digunakan sebagai acuan dalam membuat treatment.

Langkah terakhir yaitu mulai menuliskan naskah. Jika kalian sudah menuliskan treatment, kalian akan memiliki paragraf-paragraf yang terdapat sebuah adegan (scene). Di dalam scene terdapat latar tempat dan waktu. Jika adegan tersebut terjadi dalam satu tempat dan waktu maka dapat dikatakan sebagai satu scene. Dalam penulisan naskah lebih dijabarkan lagi tempat dan waktunya, berikut contoh penulisannya :

SCENE 1

INT/EXT. SAMPING RUMAH MINGHAO DAN MEJA MAKAN – SORE

PEMAIN: PAPANYA MINGHAO, MINGHAO

Papanya Minghao sedang memperbaiki sepeda milik Minghao. Minghao sedang makan di meja makan. Papanya Minghao menyuruh Minghao membeli bendera merah putih.

PAPANYA MINGHAO

Hao.. Minghao…!

MINGHAO

Ya Pah..

Jadi begitulah alur dalam menulis skenario film. Cukup singkat dan mudah untuk dipelajari di rumah. Jika ingin menulis skenario yang bagus maka harus mau mengasah keterampilan menulis skenario secara terus menerus, tidak cukup satu atau dua kali.

Firman Fajar Wiguna

PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *