Alih Nama Magang 3, PLP Berlaku 2020

lpmmotivasi.com- Ketua UP2KTM menyatakan bahwa magang 1, 2 dan 3 akan diganti menjadi PLP yang mulai berlaku tahun 2020. Selama pelaksanaan PLP mahasiswa tidak lagi dibebankan dengan kuliah. Dengan kata lain, pada semester 7 mahasiswa tidak dibebankan SKS dan hanya dituntut untuk melaksanakan PLP selam 3 bulan. 

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengeluarkan Peraturan Mentri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 55 tahun 2017 Pasal 1 butir 8 yang berbunyi, “Pengenalan Lapangan Persekolahan yang selanjutnya disingkat PLP adalah proses pengamatan/observasi dan pemagangan yang dilakukan mahasiswa Program Sarjana Pendidikan untuk mempelajari aspek pembelajaran dan pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan.” Dengan dikeluarkannya Permenristekdikti ini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta menetapkan PLP sebagai pengganti magang 3 yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa pada semester 7. Leo Agung S, selaku ketua Unit Pelaksana Praktik Kependidikan Terpadu dan Magang (UP2KTM) menyatakan bahwa PPL adalah pengganti magang 1, 2 dan 3 yang akan diberikan pada semester 7 dengan bobot 4 SKS. Leo juga menjelaskan bahwa presedur dan sistem PLP kurang lebih sama dengan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) yang dulu sempat diberlakukan sebelum berlakunya program magang. “Itu PLP nggak ada satu, dua, langsung PLP di semester 7, kembali ke PPL dulu. Ganti nama PPL, ganti PLP. Prinsipnya sama, bahkan panduannya kemarin saya tawarkan sangat sederhana sekali.” ujar Leo pada Jumat, (18/10).

PLP yang dilaksanakan selama 3 bulan dengan jam menyesuaikan tiap-tiap sekolah yang kebanyakan menggunakan fullday school. Dalam praktik pelaksanaannya, seharusnya mahasiswa hanya fokus terhadap pelaksanaan PLP bukan pada kuliah. Maka dari itu, Leo menegaskan bahwa pada saat pelaksanaan PLP mahasiswa tidak lagi dibebankan dengan kuliah. Dengan kata lain pada semester 7 mahasiswa tidak dibebankan SKS dan hanya dituntut untuk melaksanakan PLP selama 3 bulan.

Edy Legowo, selaku kepala program studi Bimbing dan Konseling menjelaskan salah satu persoalan dalam PLP adalah mahasiswa yang masih mempunyai tanggungan kuliah, sedangkan harus menjalankan seluruh program PLP secara full. Pada dasarnya, beban SKS mahasiswa tidak bisa habis di semester 7, sehingga pada semester 7 mahasiswa masih mempunyai kewajiban untuk kuliah.

“Jika di semester 7 itu kita kosongkan, itu juga tidak mungkin. Karena beban itu kalau didistribusi semester 1-6 itu pun juga belum habis. Artinya di semester 7 pasti masih ada kuliah, ada SKS.” jelas Edy pada Kamis, (31/10).
Mahasiswa sebagai subjek yang terkena imbas perubahan magang 1,2dan 3 menjadi PLP tentunya perlu mengetahui apa saja perubahan dan keberjalanan sistem PLP. Ghoni Arifin, mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi angkatan 2017 mengaku dirinya tidak terlalu mengetahui bagaimana teknis pelaksanaan PLP itu sendiri. Arifin hanya mengetahui dari selentingan dosen bahwa mulai tahun ini program magang 1, 2 dan 3 akan diganti PLP. Edy menambahkan bahwa sosialisasi perubahan magang 1, 2 dan 3 menjadi PLP baru dilakukan di tingkat program studi.

Terkait sosialisasi tentang perupahan PPL menjadi PLP, Leo mengatakan sudah melakukan sosialisasi dengan jajaran Kepala Program Studi. Namun, Leo menyayangkan banyak Kepala Program Studi yang tidak datang pada saat workshop tentang PLP. “Kemarin kita undang Kaprodinya nggak datang, mungkin karena Kaprodinya baru. Ini kan, pergantian. Di workshop sudah saya sampaikan, yang tahun 2018 itu sebetulnya nggak ada magang, itu digabung, di semester 7. 4 SKS namanya PLP,” jelas Leo.

Peubahan PPL ke PLP sudah diproses dari tahun 2017 dan telah diajukan pada pihak senat. Tanggapan positif diberikan oleh pihak senat yang juga menyetujui rancangan perubahan PPL ke PLP. “Saya sudah nyusun tim itu ke Senat, ditanggapi oke. Waktu WD 1 masih Pak Munawir sudah oke. Akhirnya tahun 2017 saya nyusun itu karena mengubah kurikulum. Akhirnya disepakati tidak mengubah kurikulum untuk PLP akan diberlakukan angkatan tahun 2018.” tambah Leo.

Luksi Rahmawati, mahasiswa Pendidikan Kimia angkatan 2018 yang akan merasakan secara langsung program PLP berharap pergantian magang 1, 2 dan 3 menjadi PLP segera disosialisasikan kepada mahasiswa agar mahasiswa khususnya angkatan 2018 dan 2019 dapat memahami sistem PLP dan mempersiapkan diri dengan perubahan tersebut.

“Kalau misalnya ada magang satu sama magang dua dan disambi sama kuliah itu bakal nyita waktu gitu lho, susah juga membagi waktunya dan nanti kalau keseringan izin juga nggak enak sama guru-guru yang ada di sekolah,” katan Luksi. “Kalau digabung langsung di semester 7, otomatis waktunya memang buat itu, jadi nggak bakal kecampur sama kuliah dan mungkin bisa berjalan lebih lancar sih menurutku.” tambahnya ketika ditanya pendapat tentang perubahan magang 1, 2 dan 3 menjadi PLP pada Kamis, (9/11).

 

 

Lulun Safira
Fitroh Nur Fauzia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *