Ada Anak Berkeluh pada Bapak

Nampaknya begitulah adanya ketika pihak kampus terus menekankan bahwa selain kampus harus World Class Univesity, mahasiswa juga harus demikian. Pertanyaannya ialah Bapak tidak merasa atau memang sudah muak dengan keluh kesah Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP), sehingga Bapak biarkan mereka berjalan menemukan jalan sendiri menuju pada solusi atas problema pelik nan klasik yang mereka hadapi, ini soal pendanaan lho Pak.

Rasanya timpang, diminta kreatif tapi dalam mewujudkan untuk berkreasi tersebut masih terbelenggu, bukan masalah minimnya ide-ide sebagai konsep dalam menjalankan kreativitas, namun HMP memerlukan sokongan dalam mendorong ide-ide kreativitasnya. Mereka bukanlah organisasi tiri, mereka masih dalam naungan fakultas yang masih terus diperhatikan kebutuhannya. Kontribusi yang besar dalam mengangkat citra prodi yang mengarah pada fakultas dan kemudian pada Universitas rasanya tidak seirama dengan apa yang mereka terima.

Nasib sebagai organisasi setingkat prodikah yang membuat mereka merasa terpinggirkan?  sehingga masalah-masalah mengenai ketimpangan tersebut layaknya angin lalu saja yang sedikit dirasa dan tidak dilihat oleh Bapak-Bapak mereka. Seperti dana kegiatan kolaborasi HMP PGSD dan HMP PGPAUD yang tak kunjung turun, dan HMP Himproser dimana mahasiswa dan dosennya saling bahu membahu untuk menyelenggarakan kegiatan yang notabene untuk mengangkat citra prodi, fakultas dan Universitas tentunya.

Angin lalu yang terus berdatangan itu membuat Bapak mulai beranjak, bahwa angin tersebut perlu dirasakan benar sehingga menjadi perhatian penuh tentang apa yang terjadi pada anak anaknya. Sebut saja sosialisasi regulasi  pengajuan anggaran dana HMP yang katanya akan segera diselenggarakan merupakan harapan baru pada HMP. Harapnya bukanlah  sebatas retorika untuk mendiamkan keluh kesah mereka, namun sebagai jembatan untuk menyebrang terhadap cita cita mereka yang sudah diiimpikan sejak lama yang sebelumnya dalam melewatinya masih terseok-seok .

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *