73,02 % Responden: Publikasi Pemira Belum Maksimal

Pemilihan Umum Raya (pemira) presiden BEM dan DEMA UNS telah usai dilaksanakan Desember 2014 lalu. Namun, sebelum pemira berlangsung tidak terlihat perencanaan yang matang. Hal tersebut bisa terlihat dari kurangnya publikasi pemira dan banyaknya agenda acara yang serba cepat. Disamping itu publikasi pemira ke fakultas-fakultas kurang masif. Publikasi hanya dilakukan partai-partai saat berkampanye. Padahal tahun-tahun sebelumnya minat mahasiswa untuk memilih masih kurang. Bahkan jumlah pemilih tidak sampai 50%. Selain itu pembentukan panitia penyelenggara pemira UNS masih diragukan. Hal ini dikarenakan tidak semua fakultas mengirimkan perwakilan di KPU. Tidak hanya itu, seleksi panitia pengawas pemilu (panwaslu) juga tidak transparan.

Menanggapi hal ini, Kru LPM Motivasi FKIP UNS Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) melakukan penyebaran polling dengan teknik pengambilan sampling secara acak (random sampling) terkait hal-hal yang berkaitan dengan isu pemira UNS. Penyebaran polling ditujukan kepada mahasiswa UNS dengan jumlah responden sebanyak 63 mahasiswa. Penyebaran polling dilaksanakan tanggal 19 November sampai 31 Desember 2014. Adapun pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan adalah sebagai berikut:

  1. Menurut anda, apakah publikasi pemira yang dilakukan KPU sudah maksimal?
  2. Sudahkah anda merasakan kontribusi BEM dan DEMA UNS periode ini bagi mahasiswa?
  3. Apakah anda sudah mengetahui latar belakang para calon presiden ?

Berdasarkan hasil rekapitulasi polling yang telah kami himpun, pada pertanyaan pertama mengenai sudah maksimalkah publikasi pemira yang dilakukan oleh KPU kepada mahasiswa, sebanyak 26,98 % responden atau 17 mahasiswa menjawab sudah maksimal dan sebanyak 73,02 % responden atau sebanyak 46 mahasiswa menjawab belum maksimal. Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UNS, Silvia Iriyanti berkomentar,“ya sudah maksimal, karena adanya publikasi pemira melalui kampanye langsung yang dilakukan oleh para calon dan pamflet yang ditempel di mading masing-masing fakutas.” Sementara itu mahasiswa FT UNS yang lain, Shanel N H berpendapat, “belum maksimal, soalnya untuk di jurusan saya sendiri tidak ada publikasi yang benar-beanar publikasi tentang pemira ini, saya hanya mendapat info dari teman-teman yang ada di BEM FT itu pun infonya hanya sedikit.”

Pada pertanyaan kedua mengenai sudahkah mahasiswa merasakan kontribusi BEM dan DEMA UNS selama periode ini, sebanyak 20.63% responden atau sebanyak 13 mahasiswa menjawab sudah, dan 30.16% responden atau sebanyak 19 mahasiswa menjawab belum. Serta 49,21 % Responden atau sebanyak 31 mahasiswa tidak tahu. Salah satu Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Didik Nugroho berpendapat, “saya sudah merasakan kontribusi BEM UNS bagi mahasiswa tetapi hanya sedikit seperti kasus UKT dan pengawalan pilpres 2014.” Sementara itu, mahasiswa FT UNS, Diyah berpendapat,”tidak ada perubahan yang menonjol yang dilakukan oleh BEM UNS, yang saya rasakan biasa-biasa saja.” Disisi lain, salah satu mahasiswa FEB UNS, Colid beropini “saya tidak tau karena selama ini tidak pernah saya dengar apa kontribusi yang telah disumbangkan oleh BEM dan DEMA UNS selama kurun waktu 3 tahun terakhir.”

Pada pertanyaan ketiga mengenai, apakah mahasiswa sudah mengetahui latar belakang para calon presiden, sebanyak 19, 05% responden atau 12 mahasiswa menjawab sudah, sebanyak 80,95% responden atau 51 mahasiswa menjawab belum. Mahasiswa Akutansi FEB UNS, Tika berpendapat,“sudah karena saya membaca di poster tetapi tidak menyeluruh dan tidak jelas.” Di pihak lain, salah satu mahasiswa FEB UNS, Eda berpendapat “ belum karena saya belum melihat atau menjumpai sosialisasi mengenai para calaon baik secara langsung maupun tidak langsung”. Hal yang sama diungkapkan oleh mahasiswa FT, Fidia berkomentar,”belum karena tidak ada informasi yang jelas dan pengenalan para calon presiden juga tidak di share secara luas .”

Screenshot_6 Screenshot_5 Screenshot_4

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *